Infeksi virus hepatitis B masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia maupun di dunia. Diperkirakan prevalensi hepatitis B pada populasi sehat di Indonesia mencapai 4-20,3%, sedangkan prevalensi penderita hepatitis B di dunia berkisar antara 350-400 juta penduduk. Infeksi hepatitis B yang tidak diterapi dengan baik dapat berkembang menjadi sirosis dan karsinoma hepatoselular.

Virus hepatitis B mudah tersebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya dari orang yang tertular. Virus dapat menetap di berbagai permukaan benda yang berkontak dengannya selama kurang lebih satu minggu, seperti ujung pisau cukur, meja, noda darah, tanpa kehilangan kemampuan infeksinya. Virus hepatitis B tidak dapat melewati kulit atau barier membran mukosa, dan sebagian akan hancur ketika melewati barier. Kontak dengan virus terjadi melalui benda-benda yang bisa dihinggapi oleh darah atau cairan tubuh manusia, misalnya sikat gigi, alat cukur, atau alat pemantau dan alat perawatan penyakit diabetes. Resiko juga didapatkan pada orang yang melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan orang yang tertular, berbagi jarum saat menyuntikkan obat, dan tertusuk jarum bekas.

Virus dapat diidentifikasi di dalam sebagian besar cairan tubuh seperti saliva, cairan semen, ASI, dan cairan rongga serosa merupakan penyebab paling penting misalnya ascites. Deteksi virus hepatitis B dapat dilakukan dengan beberapa metode pemeriksaan, yaitu serologi dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Uji serologi antara lain menggunakan metode Enzyme Immunoassay (EIA), Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA), Enzyme Linked Flouroscent Assay (ELFA), Immunochromatography Test (ICT) atau rapid test, Radio Immunoassay (RIA), dan Chemiluminescent microparticle Immunosorbent Assay (ELISA). Sedangkan untuk mendeteksi DNA virus dapat digunakan PCR

Pengukuran HBV-DNA (Hepatitis B Virus Desoxyribo Nucleic Acid) merupakan gold standard. Deteksi HBV-DNA dengan menggunakan PCR dapat dilakukan dengan berbagai macam sistem, diantaranya dengan memakai darah yang dikeringkan di kertas saring tanpa memakai darah yang banyak.

Pemeriksaan laboratorium HBV DNA di Indonesia:

Sumber:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s